Jaksa Perkara Bahasyim akan Diperiksa

Jaksa berdalih hanya diberi waktu dua hari untuk menyusun rekuisitor
Pembacaan rekuisitor penuntut umum dalam perkara Bahasyim Assifie sudah tiga kali ditunda. Akibatnya, majelis hakim yang menangani perkara ini berang. Jaksa yang menangani perkara ini, Fachrizal, harus bersiap menjelaskan penundaan itu kepada petinggi Kejaksaan Agung.
Jaksa Agung Muda Pengawasan, Marwan Effendi, mengatakan pada dasarnya penundaan terus menerus semacam itu tidak dapat dibenarkan. Penundaan tiga kali mengindikasikan kurangnya pengawasan melekat. “Itu tidak dibenarkan menunda tuntutan,” ujarnya, Kamis (13/1).
Marwan menduga pengawasan melekat dari atasan kurang. Jika pengawasan melekat dilakukan sejak awal, kasus seperti ini tidak akan terjadi. Paling tidak, bisa meminimalisir frekuensi penundaan. Dalam konteks itu, Marwan mengancam akan melakukan pengawasan fungsional kepada seluruh jaksa yang menangani perkara bahasyim di PN Jakarta Selatan. “Sekarang pengawasan fungsional bertindak,” ujarnya.
Marwan mengaku sudah memerintahkan Inspektur Pidana Khusus untuk memeriksa seluruh anggota tim penuntut umum. Pemeriksaan bukan berarti Fachrizal dan kawan-kawan salah. Pemeriksaan itu bisa juga mengkonfirmasi sebab-sebab penundaan. “Saya sudah perintakan Inspektur Pidsus memeriksa jaksa yang bersangkutan,” kata mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur itu.
Sementara itu, Fachrizal ditemui wartawan enggan berkomentar. Namun atasan Fachrizal yakni Direktur Penuntutan (Dirtut) pada Jampidsus Farid Haryanto menampik tak serius menangani perkara Bahasyim. Menurut dia, penuntut umum hanya diberikan kesempatan dua hari dalam menyelesaikan rencana tuntutan. Namun dia tidak menampik jika diberikan kesempatan waktu selama satu pekan untuk menyelesaikan, tentu akan rampung tanpa penundaan persidangan. “Karena dia (Fachrizal) bilang ditundanya dua hari. Kalau ditunda seminggu dia bisa ngerjain,” katanya.
Kendati begitu, mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur ini memastikan pada senin pekan depan persidangan akan berjalan sesuai dengan yang diagendakan yakni pembacaan rekuisitor. Malahan, dia memastikan rentut yang disodorkan Fachrizal akan segera diteken. “Tapi senin dipastikan tidak akan ditunda lagi. Saya teken itu (rentut) hari Senin,” ujarnya.
Farid mengaku tak mengerti dengan pemeriksaan yang akan dilakukan Jamwas. Namun yang pasti, jelas dia pemeriksaan yang akan dilakukan Jamwas terhadap jaksa yang menangani perkara Bahasyim belum dapat dipastikan bersalah. Dengan kata lain, pemeriksaan bukan tidak mungkin hanya bersifat kroscek dengan penundaan dan hambatan yang dihadapi Fachrizal dkk.
Sebelumnya, pembacaan rekuisitor tertunda sebanyak tiga kali. Alasannya klasik, rentut urung rampung. Alhasil, Fachrizal kena semprot majelis hakim yang dipimpin Didik Setyohandono. “Kenapa hambatannya, apakah rentutnya belum sampai?” katanya.
Didik meminta penuntut umum agar serius menangani perkara Bahasyim. Malahan, Didik sempat mengkritik Fchrizal agar menyampaikan pesan ke pimpinan kejaksaan agar dapat menyelesaikan rentut. Setidaknya pimpinan kejaksaan dapat segera menandatangani rentut yang diajukan bawahannya. Dengan penundaan tiga kali, menurut Didik justru akan berdampak pada masa penahanan yang terbatas. “Tolong sampaikan ke pimpinan kejaksaan, ini kasus menyita perhatian publik,” pungkasnya.

Leave a comment

Filed under BERITA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s