Mantan Pilot Batavia Air Terbukti Wanprestasi

Perseteruan antara PT Metro Batavia (Batavia Air) dengan salah seorang mantan pilotnya Doso Satriadi akhirnya dimenangkan Batavia Air. Kamis (25/11), majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan gugatan Batavia Air.

Dalam putusannya, majelis hakim yang dipimpin Sunardi menyatakan Doso selaku tergugat telah melakukan wanprestasi terhadap surat perjanjian yang telah disepakati bersama yaitu Surat Perjanjian Ikatan Dinas HRD.005.8.2 Nomor: 730/PID/HR-MB/X/2007 tertanggal 1 Oktober 2007.
Majelis hakim dalam pertimbangan hukumnya menyatakan perjanjian ikatan dinas antara Batavia Air dan Doso merupakan perjanjian yang sah dan mengikat berdasarkan ketentuan Pasal 1338 jo Pasal 1340 KUH Perdata. Mengacu pada asas pacta sunt servanda, maka perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi para pihak yang membuatnya.
Dalam amarnya, majelis hakim membebani Doso dengan kewajiban mengembalikan semua biaya pendidikan Commercial Pilot Licence (CPL) yang telah dikeluarkan oleh Batavia Air secara tunai sebesar AS$45 ribu. Selain itu, Doso juga diharuskan membayar sanksi atas perbuatan ingkar janji kepada Batavia Air secara tunai sebesar AS$20 ribu.

Doso juga diwajibkan membayar Flight Instructor Course (FIC) sebesar Rp85.116.000 dan biaya pendidikan Ground School Type Rating B-737 series sebesar Rp12,5 juta kepada Batavia Air sebagaimana diperjanjikan kedua belah pihak. Sementara, tuntutan ganti rugi immateriil Rp40 milyar tidak dikabulkan oleh majelis hakim.

Batavia Air dan Doso pada tahun 2007 telah sepakat dalam suatu perjanjian ikatan dinas selama 16,5 tahun, terhitung sejak tanggal  1 Oktober 2007 sampai dengan 1 Mei 2024. Pada awalnya, Doso menjalankan perjanjian dengan menyelesaikan program pendidikan initial CPL dan sudah mendapatkan CPL, akan tetapi belum mendapatkan Licence Rating on type Batavia.

Sebelum masa berakhir dan perjanjian terpenuhi, Doso mengundurkan diri pada tanggal 5 Februari 2010. Tindakan Doso tersebut oleh Batavia Air dianggap wanprestasi karena tidak memenuhi kewajibannya untuk melaksanakan perikatan yang telah disepakati.

Pengunduran diri Doso sebenarnya disetujui oleh Batavia Air, tetapi Doso disyaratkan untuk memenuhi kewajiban yang telah disepakati dalam perjanjian terlebih dahulu, di antaranya mengembalikan semua biaya pendidikan CPL yang telah dikeluarkan oleh Batavia secara tunai sebesar AS$45 ribu.

Selain itu, Doso wajib membayar sanksi atas perbuatan ingkar janji kepada Batavia secara tunai sebesar AS$20 ribu. Perjanjian lain yaitu wajib mengembalikan semua biaya yang sudah dikeluarkan oleh Batavia untuk keperluan medical examination, pengurusan ijin awak pesawat dan paspor yang dibuat untuk terakhir kalinya.

Kuasa hukum Doso, Jose Rizal mengatakan kemungkinan akan mengajukan banding. Namun, Jose menyerahkan sepenuhnya keputusan akan banding atau tidak kepada kliennya. “Majelis hakim tidak mempertimbangkan semua bukti di persidangan. Sebenarnya mengundurkan diri ada alasannya,” dia menjelaskan.

Lebih lanjut Jose mengatakan bahwa pada tahun 2009, pihak Batavia Air sempat menginformasikan kepada Doso bahwa ada surat penghentian pelatihan pendidikan dengan jangka waktu yang tidak ditentukan. Surat itu dianggap Doso telah mengakibatkan ketidakjelasan dan tidak ada status yang pasti.

sumber: HUKUM ONLINE.COM

1 Comment

Filed under BERITA

One response to “Mantan Pilot Batavia Air Terbukti Wanprestasi

  1. rico

    bagus2…………:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s